Ciri - Ciri Makhluk Hidup

0
Daftar Isi di Artikel ini [Tampil]

     Ciri – Ciri Makhluk Hidup

     


    Makhluk hidup adalah sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki ciri-ciri kehidupan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri makhluk hidup, yaitu bernapas, memerlukan nutrisi, bergerak, peka terhadap rangsangan, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, dan beradaptasi.

    1.   Bernapas (respirasi)

    Bernapas atau respirasi adalah proses yang melibatkan pertukaran gas, yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pelepasan karbon dioksida (CO2). Respirasi umumnya berguna untuk membakar zat makanan dan merubahnya menjadi energi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang proses bernapas pada makhluk hidup.

    a.   Respirasi pada Manusia

    Sistem pernapasan manusia adalah sekumpulan organ dan jaringan yang bekerja sama untuk mengambil oksigen dari udara dan membuang karbondioksida ke atmosfer. Manusia bernapas menggunakan organ pernapasan berupa paru-paru.  Sistem pernapasan ini terdiri dari saluran pernapasan, paru-paru, dan otot-otot pernapasan.


    Saluran Pernapasan

    Saluran pernapasan adalah bagian dari sistem pernapasan yang berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke paru-paru. Saluran pernapasan terdiri dari:

    1.   Rongga Hidung (Nasal Cavity): Hidung merupakan tempat masuknya udara ke dalam sistem pernapasan. Hidung memiliki selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara dari kotoran, debu, dan partikel-partikel lain. Hidung juga berfungsi untuk menghangatkan dan melembapkan udara.

    2.  Faring (Pharynx) : Faring atau tenggorokan adalah saluran pernapasan yang menghubungkan rongga hidung dengan laring. Faring juga merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan rongga mulut dengan laring.

    3.   Laring (Larynx): Organ yang berfungsi sebagai saluran udara ke paru-paru dan sebagai alat pembuat suara

    4.  aTrakea (Trachea) atau batang tenggorokan: Trakea adalah saluran pernapasan yang menghubungkan laring dengan bronkus. Trakea tersusun atas cincin tulang rawan yang berfungsi untuk menjaga agar trakea tetap terbuka.

    5.   Bronkus : Bronkus adalah cabang trakea yang menuju ke paru-paru. Bronkus berfungsi menghubungkan saluran udara dari trakea ke paru-paru. Bronkus dibagi menjadi dua, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi bronkus lobaris kanan, sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi bronkus lobaris kiri. Bronkus lobaris kanan dan kiri kemudian bercabang lagi menjadi bronkus segmentalis.

    6.   Bronkiolus: Bronkiolus adalah cabang bronkus segmentalis yang berukuran lebih kecil. Bronkiolus bercabang lagi menjadi bronkiolus terminalis, bronkiolus respiratorius, dan alveolus.

    7.   Alveolus: Alveolus adalah ujung dari bronkiolus. Alveolus merupakan tempat bertukarnya oksigen dan karbondioksida.

     

    Paru – Paru

    Paru-paru adalah organ utama dalam sistem pernapasan. Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri terdiri dari dua lobus. Paru-paru tersusun atas jutaan kantong udara kecil yang disebut alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

    Otot-otot pernapasan

    Otot-otot pernapasan adalah otot yang berperan dalam proses pernapasan. Otot-otot pernapasan terdiri dari:

    1.   Diafragma: Diafragma adalah otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Diafragma berperan dalam proses pernapasan dengan cara berkontraksi dan berelaksasi.

    2.   Otot intercostal: Otot interkostal adalah otot yang terletak di antara tulang rusuk. Otot interkostal berperan dalam proses pernapasan dengan cara berkontraksi dan berelaksasi.

     

    Proses pernapasan

    Proses pernapasan pada manusia terdiri dari dua fase, yaitu:

    1.   Inspirasi

    Inspirasi adalah fase pengambilan udara ke dalam paru-paru. Inspirasi terjadi ketika diafragma berkontraksi dan otot interkostal berkontraksi. Kontraksi diafragma menyebabkan rongga dada membesar, sedangkan kontraksi otot interkostal menyebabkan tulang rusuk terangkat. Pembesaran rongga dada menyebabkan tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih rendah daripada tekanan udara di luar paru-paru. Hal ini menyebabkan udara dari luar mengalir ke dalam paru-paru.

    2.   Ekspirasi

    Ekspirasi adalah fase pengeluaran udara dari paru-paru. Ekspirasi terjadi ketika diafragma berelaksasi dan otot interkostal berelaksasi. Relaksasi diafragma menyebabkan rongga dada mengecil, sedangkan relaksasi otot interkostal menyebabkan tulang rusuk turun. Pengecilan rongga dada menyebabkan tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih tinggi daripada tekanan udara di luar paru-paru. Hal ini menyebabkan udara dari dalam paru-paru mengalir ke luar.

    Proses pernapasan pada manusia terjadi secara otomatis dan tidak sadar. Namun, proses pernapasan dapat dikendalikan secara sadar, misalnya saat kita menahan napas atau menghembuskan napas dalam-dalam. Manusia yang memiliki pernapasan yang normal ditandai dengan bernapas sebanyak 12-20 kali dalam satu menit. Dalam bernapas, umumnya manusia membutuhkan 300 liter oksigen dalam sehari.

      

    b.   Respirasi pada Hewan

    Respirasi pada hewan banyak ragamnya. Beberapa organ pernapasan pada hewan diantaranya adalah

    1.   Membran sel : hewan bersel satu seperti amoeba sp dan Paramaecium belum memiliki organ pernapasan dalam tubuh mereka sehingga proses respirasi mengandalkan keluar masuknya udara melalui membrane sel dengan cara difusi.

    2.   Paru-paru : kelompok hewan yang bernafas menggunakan paru-paru diantaranya anggota kelas mamalia, aves, dan beberapa amphibia.  Pada hewan kelas Aves, selain menggunakan paru-paru, proses respirasi dibantu dengan kantong udara (air sacs) yang digunakan saat terbang.

    3.   Kulit : kelompok hewan yang bernapas menggunakan kulit diantaranya hewan yang berada pada Kelas Annelida (Cacing). Seluruh lapisan kulit cacing dipenuhi dengan pembuluh darah kapiler yang memungkinkan untuk menyerap oksigen disekitarnya. Oksigen tersebut dialirkan ke seluruh tubuh dan dikeluarkan lagi melalui pembuluh darah kapiler. Beberapa amphibia juga ada yang Bernapas melalui kulit, yaitu salamander.

    4.   Insang : kelompok hewan yang bernapas menggunakan insang diataranya kelas Pisces. Insang berfungsi menyaring oksigen dalam air dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.

    5.   Trakea : Kelompok hewan yang menggunakan trakea adalah kelas Insecta (serangga). Oksigen di lingkungan dapat langsung diambil melalui spirakel dan disalurkan ke seluruh tubuh tanpa diedarkan melalui darah.

     

    c.    Respirasi pada Tumbuhan

    Respirasi pada tumbuhan adalah proses biokimia yang melibatkan pertukaran gas, di mana tumbuhan mengambil oksigen (O2) dari udara dan melepaskan karbon dioksida (CO2). Meskipun tumbuhan melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan, mereka juga memerlukan oksigen untuk proses respirasi guna mendapatkan energi. Berikut adalah beberapa komponen utama proses respirasi pada tumbuhan:

    1.   Stomata: Stomata adalah pori-pori kecil yang terdapat pada permukaan daun, batang, dan bagian lain tumbuhan. Stomata memungkinkan pertukaran gas, termasuk masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida.

    2.   Mitokondria: Sel tumbuhan mengandung mitokondria, organel yang berperan penting dalam proses respirasi. Di dalam mitokondria, oksigen digunakan untuk mengoksidasi senyawa organik, seperti glukosa, menghasilkan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP).

    3.   Glikolisis dan Siklus Krebs: Tumbuhan menjalani serangkaian reaksi kimia, seperti glikolisis dan siklus Krebs, untuk menguraikan molekul organik menjadi CO2 dan air, menghasilkan energi selama proses tersebut.

    Pernapasan Aerobik: Pernapasan tumbuhan bersifat aerobik, artinya memerlukan oksigen. Proses ini terjadi terutama di malam hari ketika fotosintesis berhenti, dan tumbuhan mendapatkan oksigen dari udara untuk menghasilkan energi.

    Penting untuk dicatat bahwa tumbuhan mengalami respirasi sepanjang waktu, baik siang maupun malam, meskipun pada siang hari fotosintesis dominan. Respirasi pada tumbuhan membantu memenuhi kebutuhan energi untuk pertumbuhan, perbaikan sel, dan berbagai proses metabolik lainnya.

     

    2.   Memerlukan nutrisi (makanan dan minuman)

    Makhluk hidup memerlukan nutrisi karena nutrisi berperan penting dalam mendukung berbagai fungsi kehidupan, termasuk pertumbuhan, perbaikan sel, reproduksi, dan energi. Nutrisi menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun dan memelihara struktur tubuh, serta memberikan energi yang diperlukan untuk proses seluler. Jenis nutrisi yang dibutuhkan makhluk hidup dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: nutrisi makro dan nutrisi mikro.

    a.   Nutrisi Makro:

    ·       Karbohidrat: Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi makhluk hidup. Mereka dipecah menjadi glukosa selama proses pencernaan dan digunakan sebagai bahan bakar untuk metabolisme seluler.

    ·       Protein: Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Mereka terdiri dari rantai asam amino yang diperlukan untuk berbagai fungsi biologis, termasuk struktur sel, enzim, dan hormon.

    ·       Lemak: Lemak berfungsi sebagai cadangan energi yang efisien. Mereka juga penting untuk pembentukan membran sel, penyerapan vitamin tertentu, dan perlindungan organ internal.

     

    b.   Nutrisi Mikro:

    ·       Vitamin: Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biologis. Ada dua jenis utama: vitamin larut air (seperti vitamin C dan vitamin B) dan vitamin larut lemak (seperti vitamin A, D, E, dan K).

    ·       Mineral: Mineral termasuk dalam kategori nutrisi mikro dan diperlukan dalam jumlah kecil oleh makhluk hidup. Contoh mineral termasuk kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, dan banyak lainnya. Mineral berperan penting dalam pembentukan tulang, fungsi otot, dan berbagai reaksi biokimia.

    ·       Air: Meskipun bukan zat yang memberikan energi, air sangat penting untuk kelangsungan hidup. Air digunakan dalam banyak proses biologis, termasuk pencernaan, transportasi nutrisi, dan pemeliharaan suhu tubuh.

    ·       Serat: Meskipun bukan sumber energi, serat penting untuk kesehatan pencernaan. Serat ditemukan dalam makanan nabati dan membantu mempertahankan keseimbangan flora usus serta mencegah sembelit.

    Makhluk hidup perlu mendapatkan nutrisi ini melalui konsumsi makanan atau, dalam beberapa kasus, proses fotosintesis untuk tumbuhan. Kebutuhan nutrisi dapat bervariasi antara jenis makhluk hidup, dan memastikan asupan nutrisi yang cukup penting untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup.

     

    3.   Bergerak

    Semua makhluk hidup pasti bergerak, walau tidak harus berpindah tempat. Gerak dibedakan menjadi dua, yaitu gerak aktif dan gerak pasif.

    Gerakan pada makhluk hidup dapat dibagi menjadi dua kategori utama: gerakan aktif dan gerakan pasif. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis gerakan tersebut:

    a.   Gerakan Aktif:

    ·       Bergerak Secara Volunter: Makhluk hidup yang melakukan gerakan aktif memiliki kemampuan untuk mengendalikan gerakan mereka secara sukarela. Ini mencakup kemampuan bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau mengubah posisi tubuh dengan kemauan sendiri.

    ·       Adanya Sistem Saraf atau Struktur Penggerak: Gerakan aktif melibatkan adanya sistem saraf yang memungkinkan pengiriman sinyal dari otak atau pusat pengendalian saraf untuk menggerakkan otot-otot tubuh. Beberapa makhluk hidup, seperti manusia dan hewan, memiliki sistem saraf yang lebih kompleks.

    ·       Respon Terhadap Stimulus: Makhluk hidup yang melakukan gerakan aktif mampu merespons stimulus atau rangsangan dari lingkungan. Mereka dapat menggerakkan tubuh mereka untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi lingkungan.

    Contoh Makhluk Aktif: Manusia, hewan seperti burung, mamalia, dan ikan, serta beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak menggunakan flagela atau pilus adalah contoh makhluk aktif.

     b.   Gerakan Pasif:

    ·       Gerakan yang Tidak Dikendalikan Secara Sukarela: Gerakan pasif terjadi tanpa adanya kontrol sukarela dari makhluk hidup. Gerakan ini sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti gravitasi, angin, atau tekanan air.

    ·       Ketergantungan pada Faktor Lingkungan: Makhluk hidup yang melakukan gerakan pasif bergantung pada keadaan lingkungan untuk bergerak. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan diri sendiri dan tergantung pada kekuatan eksternal.

    ·       Contoh Makhluk Pasif: Beberapa contoh makhluk pasif melibatkan metode dispersi biji tanaman oleh angin atau air, gerakan polen oleh hewan, atau gerakan sporadis pada mikroorganisme yang disebabkan oleh arus air.

    ·       Pada Tanaman: Gerakan pasif pada tanaman dapat terlihat dalam fototropisme, di mana tanaman merespons arah cahaya matahari, atau gravitropisme, di mana akar tumbuh menuju arah gravitasi.

    Kedua jenis gerakan ini mencerminkan adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan mereka dan memungkinkan mereka untuk bertahan hidup serta menjalankan fungsi-fungsi kehidupan seperti mencari makan, menghindari bahaya, atau bereproduksi.

     

    4.   Peka terhadap rangsangan (iritabilitas)

    Semua makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsangan dari lingkungannya. Rangsangan dapat berupa cahaya, suara, sentuhan, suhu, dan lain-lain. Kemampuan ini disebut dengan iritabilitas. Misalnya, tumbuhan akan layu jika kekurangan air. Hal ini karena tumbuhan dapat merasakan kurangnya air dan menanggapinya dengan layu.

     

    5.   Tumbuh dan berkembang

    Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran dan massa tubuh makhluk hidup, sedangkan perkembangan adalah proses perubahan bentuk dan fungsi tubuh makhluk hidup. Misalnya, bayi akan tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, kemudian remaja, dewasa, dan tua. Hal ini karena tubuh bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

    6.   Berkembang biak (Reproduksi)

    Makhluk hidup dapat menghasilkan keturunan untuk mempertahankan jenisnya. Proses menghasilkan keturunan disebut dengan berkembang biak. Misalnya, tumbuhan berkembang biak dengan biji, sedangkan hewan berkembang biak dengan berbagai cara, seperti bertelur, melahirkan, dan vivipar.

    7.   Mengeluarkan zat sisa (eksresi)

    Makhluk hidup menghasilkan zat sisa sebagai hasil dari metabolisme. Zat sisa harus dikeluarkan dari tubuh untuk menjaga keseimbangan tubuh. Misalnya, manusia mengeluarkan urine sebagai zat sisa dari metabolisme.

    8.   Beradaptasi

    Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan ini disebut dengan adaptasi. Adaptasi dapat dilakukan secara fisik maupun tingkah laku. Misalnya, tumbuhan kaktus beradaptasi dengan lingkungan yang kering dengan cara memiliki daun yang kecil dan tebal. Hal ini untuk mengurangi penguapan air.

    Demikian penjelasan dari lima ciri makhluk hidup. Semoga bermanfaat!

    Tags

    Post a Comment

    0Comments

    Silahkan beri komentarnya

    Post a Comment (0)

    #buttons=(Accept !) #days=(20)

    Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
    Accept !
    To Top