Sistem Dispersi (Dispersion System)

0
Daftar Isi di Artikel ini [Tampil]

    Sistem Dispersi

    A. Pengertian Sistem Dispersi

    Sistem dispersi adalah suatu sistem yang terjadi akibat adanya pencampuran beberapa zat yang tersebar secara merata.Dengan kata lain, jika ada zat bercampur dengan zat lain hingga penyebaraanya merata, maka akan membentuk sistem dispersi. Sistem dispersi terbentuk karena adanya campuran antara fase pendispersi dan fase terdispersi yang bercampur secara merata.  

    Sistem Dispersi dapat diklasifikasikan berdasarkan ukuran fase terdispersinya menjadi larutan, koloid, dan suspensi. Secara umum, dispersi partikel yang cukup besar untuk sedimentasi disebut suspensi, sedangkan partikel yang lebih kecil disebut koloid dan larutan (https://en.wikipedia.org/wiki/Dispersion_(chemistry)). Secara sub mikroskopis sistem dispersi ditunjukkan pada gambar berikut. 

    Source: https://www.embibe.com/exams/dispersion-systems/
    Perbedaan Larutan, Suspensi, dan Koloid dari segi ukuran partikel.
    Source : https://docplayer.info/docs-images/80/82041961/images/3-0.jpg


    B. Tipe Dispersi

    Sistem Dispersi dibedakan menjadi tiga, yaitu Larutan, Koloid, dan suspensi.

    Suatu larutan merupakan campuran homogen di mana partikel terdispersi (zat yang jumlahnya lebih sedikit) jika dibiarkan dalam jangku waktu lama, maka tidak akan mengendap.

    Koloid adalah campuran heterogen di mana partikel terdispersi memiliki ukuran antara 1 nanometer hingga 1 mikrometer, jika dibiarkan dalam jangka  waktu lama, maka tidak ada yang mengendap.

    Suspensi adalah campuran heterogen antara partikel terdispersi dan partikel pendispersi (zat yang jumlahnya lebih banyak), dimana partikel terdispersi memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan partikel pendispersinya. Tidak seperti larutan dan koloid, jika dibiarkan  untuk waktu yang lama, partikel tersuspensi akan mengendap dari campuran.

    Meskipun suspensi relatif sederhana untuk dibedakan dari larutan dan koloid, mungkin sulit untuk membedakan larutan dari koloid karena partikel yang terdispersi dalam medium mungkin terlalu kecil untuk dibedakan oleh mata manusia. 

    Efek Tyndall digunakan untuk membedakan larutan dan koloid. Karena berbagai definisi larutan, koloid, dan suspensi yang dilaporkan dalam literatur, sulit untuk memberi label setiap klasifikasi dengan kisaran ukuran partikel tertentu. IUPAC mencoba untuk memberikan nomenklatur standar untuk koloid sebagai partikel dalam kisaran ukuran yang memiliki dimensi kira-kira antara 1 nm dan 1 mikrometer.

    Post a Comment

    0Comments

    Silahkan beri komentarnya

    Post a Comment (0)

    #buttons=(Accept !) #days=(20)

    Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
    Accept !
    To Top