Beda Guru dengan Pendidik

0
Daftar Isi di Artikel ini [Tampil]



     A. Konsep dasar dan rasional ilmu pendidikan

    Sekarang kita menggunakan istilah Peserta didik dan pendidik, bukan lagi siswa dan guru. Walaupun sah-sah saja jika kita masih menggunakan istilah siswa dan guru, asal kita sudah paham maksud dari kedua istilah tersebut. Hmm!, awal - awal mendengar istilah tersebut saya sempat bertanya dalam hati, kenapa di dunia pendidikan sekarang menggunakan istilah pendidik, peserta didik, dan tenaga kependidikan bukan lagi guru dan siswa. apa sih bedanya?. 

    Guru dan Pendidik?
    Menutur kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), cek di https://kbbi.kemdikbud.go.id/untuk menuju ke halaman KBBI Kemendikbud.
    • guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.
    • pendidik adalah orang yang mendidik.
    Ok fix, bedanya adalah di mengajar dan mendidik. Ok cek lagi di KBBI.
    • Mengajar memiliki arti (1) memberi pelajaran (misal guru memberi pelajaran matematika kepada murid) atau bisa berarti (2) melatih (misal guru renang - melatih berenang)
    • Mendidik memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
    Waw, istilah pendidik lebih dalam bila dibandingkan dengan istilah Guru. Tugas Pendidik lebih berat bila dibandingkan guru, karena menurut KBBI, guru tugasnya hanya memberi pelajaran dan melatih anak, berbeda dengan tugas pendidik yang tidak hanya memberi ajaran, latihan, tetapi juga membimbing, mengembangkan dan membentuk karakter positif anak.  Pantaslah! DInas Pendidikan menggunakan istilah pendidik bila dibandingkan dengan istilah guru.  Jadi profesi pendidik tidak hanya transfer ilmu saja, melainkan juga menekankan pada pengembangan karakter, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat.

    Praktik pendidikan yang diperankan oleh pendidik berarti berbeda dengan guru. peran pendidik adalah dalam rangka memfasilitasi peserta didik agar mampu mewujudkan dirinya sesuai dengan kodrat dan martabat kemanusiaanya. Oleh karena itu sebagai pendidik yang profesional haruslah melakukan tindakan yang terarah kepada tujuan tersebut, yaitu agar peserta didik mampu melaksanakan berbagai peranan sesuai dengan perannya berdasarkan nilai - nilai dan norma - norma yang diakui dalam masyarakat. 

    Agar menjadi pendidik yang profesional, haruslah memahami konsep, rasional dan landasan ilmu pendidikan. Hal tersebut berguna sebagai bekal dalam melaksanakan praktik pendidikan secara jelas, terarah, sesuai kurikulum yang tepat, menyenangkan yang dapat mengantarkan peserta didik menjadi individu yang utuh dan mencapai hakikat tujuan pendidikan. 

    B. Konsep Dasar dan Rasional Ilmu Pendidikan

    Sebelum masuk lebih dalam, kita harus memahami konsep pendidikan dan rasional perlunya pendidikan. Pendidikan menganggap manusia sebagai subjek pendidikan artinya manusia merupakan makhluk monopluralis (memiliki banyak unsur kodrat/plural seperti jiwa raga, namun merupakan satu kesatuan/mono) dan monodualis (bertindak sebagai makhluk pribadi dan sosial).

    Pendidikan diselenggarakan untuk mengembangkan potensi kemanusiaan ke arah yang positif dan membina masyarakat, memelihara alam dan lingkungan, membina kerukunan hidup bersama, dan memelihara martabat kemanusiannya. Sifat positif manusia perlu terus diwariskan secara turun temurun, agar budaya positif tidak luntur termakan jaman. Oleh karena itu, sudah sepatutnya sebagai seorang pendidik memiliki kemampuan untuk mengasuh, mengajar, dan mendidik. 

    Pendidikan dalam istilah Yunani dikenal dengan istilah "Paedagogiek" (pedagogik) yang artinya adalah menuntun anak. Teori pedaogik adalah teori yang membahas apa dan bagaimana mendidik anak sebaik mungkin. Menurut Arif Rohman (2011:5) kegiatan pendidik adalah kegiatan untuk membantu sesorang untuk menguasai aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai dan norma yang diwarisi dari keluarga dan masyarakat.  Sedangkan menurut UU nomor 14 tahun 2005 bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadapat peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisaksikan berbagai potensi yang dimiliki.Seorang dikatakan pendidik yang Kompeten dan profesional apabila telah menguasai softskill dan hardskill, menjadi agen perubahan yang mempu menyelesaikan masalah.

    Nah! itu. Jadi konsep dasar pendidikan dan rasional pendidikan 

    Post a Comment

    0Comments

    Silahkan beri komentarnya

    Post a Comment (0)

    #buttons=(Accept !) #days=(20)

    Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
    Accept !
    To Top