Prion, Mikroorganisme Penyebab Sapi Gila

Mekanisme Penularan Prion


Prion dapat menimbulkan penyakit sapi gila yang disebut dengan Bovine Spongiform Encephalopathy(BSE). Prion dapat menyebabkan kerusakan pada organ otak hewan yang terinfeksi. Jaringan otak dapat mengalami degenerasi karakteristik menjadi bentuk yang berpori-pori menyerupai sponge. Pada jaringan otak juga ditemukan bentukan menyerupai benang-benang (fibril) (Handoyo, 2007). Sapi yang terinfeksi prion ini dapat diketahui pada sapi yang berusia antara tiga sampai lima tahun.

Penyakit ini dapat menular dari hewan ke hewan lain maupun dari hewan ke manusia, mekanisme penularannya adalah sebagai berikut:
  1. Dari hewan ke hewan, dapat ditularkan sebagian besar karena pemberian pakan ternakdari daging atau tulang yang telah terinfeksi oleh penyakit sapi gila melalui pakan, juga dapat melalui peralatan kandang, kendaraan pengangkut maupun alat penggiling makanan. Selain itu penyebaran penyakit ini juga dapat ditularkan dari induk yang bunting kepada anaknya (Wawunx, 2008).
  2. Hewan ke manusia, melalui makanan yang berasal dari hewan (sapi) sakit BSE, material medis & produk hewan seperti: enzim, kapsul, vaksin yang menggunakan biakan sel otak yang berasal dari hewan sakit.
  3. Manusia ke manusia, dapat terjadi melalui donor darah. Penggunaan peralatan medis yang terkontaminasi prion juga dapat dijadikan penyebab, misalnya melalui operasi transplantasi kornea mata dan penggunaan elektroda perak pada stereotaktik elektroensefalografi operasi otak.
Menurut Handoyo salah satu hipotesis (dugaan) mengenai bagaimana mekanisme prion dapat menular pada manusia adalah sebagai berikut:
  1. Pada setiap DNA sel individu normal terdapat gen yang disebut PrP (for Prion Protein). Gen tersebut terletak pada kromosom nomor 20 pada manusia. Pada manusia normal, PrP disebut PrPc (c= seluler). PrP abnormal disebut PrPsc ditemukan pada hewan yang terkena sindrom sapi gila.
  2. Injeksi gen abnormal pada hewan eksperimen normal dapat menyebabkan penyakit sapi gila.
  3. Ketika gen abnormal mengalami kontak dengan gen normal, maka gen PrP normal akan berubah menjadi gen abnormal.
  4. Selanjutnya molekul yang mengandung gen abnormal yang baru tadi akan menyerang molekul lain yang memiliki gen PrP normal. Akibatnya semua molekul DNA menjadi memiliki PrP abnormal dan terkena penyakit sapi gila tadi.


Gejala penyakit sapi gila yaitu jaringan otak manusia maupun hewan yang terinfeksi mengalami degenerasi menjadi benda yang berlubang-lubang kecil seperti spons dan oleh karena itu disebut spongiform encephalopathy, keadaan itu sejalan dengan gangguan pergerakan anggota tubuh atau kelumpuhan yang terjadi yang semakin lama semakin parah yang akhirnya menimbulkan kematian.

Penyakit ini memiliki karakteristik dengan masa inkubasi yang panjang hingga beberapa tahun, Inkubasi BSE pada sapi berlangsung antara tiga tahun hingga delapan tahun, sedangkan pada manusia masa inkubasinya belum diketahui, tetapi diperkirakan sekitar 5 tahun hingga 20 tahun. Selama masa inkubasi tidak ada tanda-tanda penyakit yang kasatmata (Gsianturi, 2004).





Daftar pustaka
  • Handoyo, I. 2007. Penyakit Sapi Gila Dapatkah Menular Ke Manusia?. www.google.com, diakses tanggal 26 November 2009.
  • Wawunx. 2008. Penyakit Sapi Gila. www.komunitas-dokterhewan.blogspot.com, diakses tanggal 26 November 2009.
  • Gsianturi. 2004. Tanya Jawab Seputar Penyakit Sapi Gila. www.komunitas-dokterhewan.blogspot.com, diakses tanggal 27 anovember 2009.
Tags :-

Post a Comment

0 Comments